Dr. Anthony Handoko, SpKK, FINDV, mengatakan, penyakit DA memang tidak bisa disembuhkan secara total, tetapi ada tindakan atau pengobatan yang harus segera dilakukan ketika penyakit ini kambuh.
"Pengobatan diberikan berdasarkan kondisi derajat keparahan DA yang timbul, ringan, sedang, berat. Pengobatan pada DA anak bervariasi; ada yang terapi topikal, oral, dan penyinaran yang disebut phototerapy," katanya kepada AkuratHealth, di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (14/8).
"Pilihan terapi topikal utama adalah kortikosteroid dan pelembab, tetapi tentu terapi KS harus diberikan, dibawah pengawasan dokter spesialis kulit. Kalau untuk terapi oral, diberikan dalam kondisi khusus, antara lain, saat infeksi. Yang penting diingat adalah, banyak yang sudah berobat sekali, ketika kambuh beli obat sendiri, padahal penanganan belum tentu sama setiap kekambuhan datang," lanjutnya.
Dirinya juga mengatakan, tidak banyak cara yang bisa Anda lakukan sendiri sebagai pengobatan lini pertama. Penangan terbaik adalah segera mungkin mendapatkan penanganan dokter. Namun, kamu bisa memberikan handuk hangat pada area yang gatal, untuk meredakan gatal untuk sementara saja.
Ingat, pemberian handuk hangat, atau cara lainnya bukan untuk menyembuhkan, tapi itu hanya meredakan gatal sementara. Dan, pastikan hanya hangat, bukan panas. Karena suhu panas justru akan memperburuk keadaan.
"Karena DA penyakit genetik, maka sebaiknya tujuan pengobatan lebih baik menggunakan istilah terkontrol, daripada kesembuhan. Karena pada hakekatnya, penyakit DA adalah penyakit kronis yang sering berulang, bila dipicu oleh faktor pencetusnya. Jadi, hindari pencetusnya," tutupnya.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberika data bahwa ada sekitar 15-30 persen kasus Dermatitis Atopik (DA) terjadi di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia sendiri, ada 23,67 persen anak yang menderita DA, dan ditemukan 2 juta kasus baru setiap tahunnya.
Sumber: Akurat.co

Comments
Post a Comment