![]() |
| Sumber: Google |
Memperingati hari Pneumonia Dunia jatuh pada 12 November, penyakit yang neumonia atau radang paru merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian.
Peringatan dilakukan dengan tujuan meningkatkan awareness masyarakat dan menekan angka kematian akibat Pneumonia ini.
Pneumonia juga masih menjadi penyebab utama kematian balita. Di Indonesia, pada 2018 terdapat 19 ribu balita yang meninggal akibat Pneumonia. Artinya, lebih dari dua anak meninggal setiap jam akibat Pneumonia.
"Mari mulai dari diri sendiri, untuk anak cucu kita dan generasi penerus bangsa untuk STOP Pneumonia," kata Dr. dr. Nastiti Kaswandi, Sp. A (K), kepada AkuratHealth di Kantor Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Salemba, Jakarta Pusat, Rabu, (4/12).
Dokter yang aktif sebagai Ketua UKK Respirologi di IDAI ini mengatakan, kata STOP memiliki rantaian arti yang panjang. Susu ibu diberikan hingga dua tahun, Tuntaskan imunisasi, Obati dengan tepat, dan Penuhi kebutuhan gizi.
Dirinya berharap, program STOP Pneumonia lebih banyak diketahui dan dapat dilaksanakan, agar menjadi salah satu cara pencegahan Pneumonia yang lebih efisien, terutama dalan menurunkan angka Kematian Bayi.
Sumber: Akurat.co

Comments
Post a Comment